Menu

Mode Gelap
Harga Barito Mulai Turun, Ini Harga Terbaru di Pasar Tradisional Sanana Sat Polairud Polres Sula Gagalkan Penyelundupan 48 Botol Cap Tikus di KM Permata Obi Waspada Dampak Musim Kemarau, Kapolres Handres Ajak Warga Cegah Kebakaran di Sula Kronologi Penemuan Warga dalam Perut Ular Piton di Kepulauan Sula Abrasi Merusak Puluhan Lapak di Sula, Emak-Emak Minta Perhatian Pemerintah Komitmen Jaga Kamtibmas, Polres Kepulauan Sula Kembali Sita Miras Ilegal di KM Permata Obi

Headline

Harga Barito Mulai Turun, Ini Harga Terbaru di Pasar Tradisional Sanana

badge-check


					Dokumentasi Bawang ,Rica, Tomat di pasar Tradisional Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Foto : Madingkota.com Perbesar

Dokumentasi Bawang ,Rica, Tomat di pasar Tradisional Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Foto : Madingkota.com

Madingkota.com – Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Pasar Tradisional Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (27/07/2026), kebutuhan dapur mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Harga tomat yang sebelumnya mencapai Rp25 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada rica keriting. yang sebelumnya dijual Rp70 ribu per kilogram, kini harganya menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang putih turun dari Rp80 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Bawang merah pun ikut mengalami penurunan, dari Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan ukuran 600 mililiter justru mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp15 ribu per botol, kini naik menjadi Rp16 ribu per botol.

Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Sanana, Ariludin, mengatakan bahwa penurunan harga sejumlah kebutuhan dapur masih berlangsung selama bulan ini.

“Sebagian harga komoditas kini cenderung stabil karena daerah pemasok sedang memasuki musim panen besar. Kemungkinan itu yang membuat harga barang semakin turun,” ujar Ariludin.

Ia menjelaskan, sebagian besar komoditas seperti bawang, rica, dan tomat dipasok dari wilayah Sulawesi, khususnya Kota Manado dan Luwuk.

Banyaknya hasil panen di daerah pemasok membuat pasokan ke Kepulauan Sula meningkat, sehingga harga di tingkat pedagang ikut mengalami penurunan.

Meski demikian, para pedagang berharap kondisi harga tetap stabil agar daya beli masyarakat terus meningkat dan aktivitas perdagangan di pasar semakin ramai.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sat Polairud Polres Sula Gagalkan Penyelundupan 48 Botol Cap Tikus di KM Permata Obi

28 Juli 2026 - 02:30 WIT

Waspada Dampak Musim Kemarau, Kapolres Handres Ajak Warga Cegah Kebakaran di Sula

27 Juli 2026 - 19:13 WIT

Kronologi Penemuan Warga dalam Perut Ular Piton di Kepulauan Sula

27 Juli 2026 - 17:50 WIT

Abrasi Merusak Puluhan Lapak di Sula, Emak-Emak Minta Perhatian Pemerintah

24 Juli 2026 - 10:16 WIT

Komitmen Jaga Kamtibmas, Polres Kepulauan Sula Kembali Sita Miras Ilegal di KM Permata Obi

23 Juli 2026 - 07:53 WIT

Trending di Daerah