Menu ✖

Mode Gelap
KONI Sula Gelar Jalan Sehat dan Cek Kesehatan Gratis di Falabisahaya Disnakertrans Pulau Taliabu Genjot Manfaat BPJS Jamsostek untuk Pekerja Rentan Tim Paduan Suara Mars PKK Taliabu Tampil Maksimal di HKG ke-54 Malut Bantuan Logistik Karhutla dan Personel Tambahan Dikerahkan di Desa Salati, Nggele dan Lede Bantuan Logistik Karhutla dan Personel Tambahan Dikerahkan di Desa Salati, Nggele dan Lede

Headline

Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

badge-check


					Foto : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Sula Ismail Soamole. (doc.istimewa) Perbesar

Foto : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Sula Ismail Soamole. (doc.istimewa)

Madingkota.com – Setelah melalui proses panjang dan serangkaian tahapan penilaian, dua warisan budaya Kepulauan Sula akhirnya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Kedua warisan budaya tersebut adalah Lom Poa Do Hoi dengan domain adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan-perayaan. Kemudian Lapis Sanana dengan domain keterampilan, kemahiran dan kerajinan tradisional.

Penetapan tersebut diumumkan dalam Sidang Penetapan WBTb Termin II Tahun 2026 yang dilaksanakan secara virtual. Lom Poa Do Hoi tercatat dalam Nomor 187, sedangkan Lapis Sanana pada Nomor 188.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kepulauan Sula, Ismail Soamole, mengatakan dari delapan warisan budaya yang sebelumnya telah diusulkan, ada dua yang berhasil ditetapkan secara resmi sebagai WBTb Indonesia.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran Disparbud yang telah melalui berbagai tahapan dalam proses pengusulan hingga penetapan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf yang bekerja maksimal, sehingga dua warisan budaya Sula telah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia”, ujar Ismail, Selasa (8/9/2026).

Ia menegaskan, penetapan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kepulauan Sula untuk terus menjaga keberadaan warisan budaya daerah.

Lebih lanjut ismail menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan dorongan Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus, yang selama ini mendorong agar berbagai warisan budaya daerah tidak hanya dijaga, tetapi juga terus diperkenalkan dan diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat.

“Tanpa ada dorongan dari pimpinan, semua ini mungkin saja tidak bisa terealisasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati atas arahan dan dukungannya selama ini”, pungkasnya.

Dengan ditetapkannya Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana sebagai WBTb Indonesia, Kepulauan Sula kini memiliki pengakuan resmi terhadap kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas daerah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KONI Sula Gelar Jalan Sehat dan Cek Kesehatan Gratis di Falabisahaya

25 Oktober 2026 - 04:19 WIT

Disnakertrans Pulau Taliabu Genjot Manfaat BPJS Jamsostek untuk Pekerja Rentan

23 Oktober 2026 - 17:52 WIT

Tim Paduan Suara Mars PKK Taliabu Tampil Maksimal di HKG ke-54 Malut

23 Oktober 2026 - 07:35 WIT

Belum Serahkan Bantuan Alat Tangkap Nelayan, Warga Pancoran Meradang

21 Oktober 2026 - 19:57 WIT

Kepsek Bungkam, Proyek Rehabilitasi SMK Negeri 1 Kepulauan Sula Disorot!

21 Oktober 2026 - 13:41 WIT

Trending di Daerah