Menu

Mode Gelap
Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah di Bobong, Bupati Fifian: Persaudaraan Sula-Taliabu Tidak Bisa Dipisahkan FKPPT Bakal Melaporkan 11 Oknum Anggota DPRD Taliabu dan Paripurna Yang Tidak Korum Namun Dipaksakan Tidak Semua Temuan Kerugian Negara Berujung Pidana, SP3 Dana Pengawasan Inspektorat Sula Sudah Tepat Secara Yuridis Terima Kunjungan DWP Sula, Galeri Mini Taliabu Perkenalkan Karya Anyaman Berbahan Lokal Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Pemdes CUP III Desa Bajo Resmi Bergulir, 34 Tim Siap Adu Taktik Rebut Gelar Juara

Headline

Harga Barito Mulai Turun, Ini Harga Terbaru di Pasar Tradisional Sanana

badge-check


					Dokumentasi Bawang ,Rica, Tomat di pasar Tradisional Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Foto : Madingkota.com Perbesar

Dokumentasi Bawang ,Rica, Tomat di pasar Tradisional Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Foto : Madingkota.com

Madingkota.com – Harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Pasar Tradisional Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin (27/07/2026), kebutuhan dapur mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Harga tomat yang sebelumnya mencapai Rp25 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada rica keriting. yang sebelumnya dijual Rp70 ribu per kilogram, kini harganya menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga bawang putih turun dari Rp80 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram. Bawang merah pun ikut mengalami penurunan, dari Rp70 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Di sisi lain, harga minyak goreng kemasan ukuran 600 mililiter justru mengalami kenaikan. Dari sebelumnya Rp15 ribu per botol, kini naik menjadi Rp16 ribu per botol.

Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Sanana, Ariludin, mengatakan bahwa penurunan harga sejumlah kebutuhan dapur masih berlangsung selama bulan ini.

“Sebagian harga komoditas kini cenderung stabil karena daerah pemasok sedang memasuki musim panen besar. Kemungkinan itu yang membuat harga barang semakin turun,” ujar Ariludin.

Ia menjelaskan, sebagian besar komoditas seperti bawang, rica, dan tomat dipasok dari wilayah Sulawesi, khususnya Kota Manado dan Luwuk.

Banyaknya hasil panen di daerah pemasok membuat pasokan ke Kepulauan Sula meningkat, sehingga harga di tingkat pedagang ikut mengalami penurunan.

Meski demikian, para pedagang berharap kondisi harga tetap stabil agar daya beli masyarakat terus meningkat dan aktivitas perdagangan di pasar semakin ramai.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah di Bobong, Bupati Fifian: Persaudaraan Sula-Taliabu Tidak Bisa Dipisahkan

11 September 2026 - 05:35 WIT

Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

9 September 2026 - 11:10 WIT

Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Masjid Annur Pohea Menunggu Hasil Resmi Perhitungan Kerugian Keuangan Negara

4 September 2026 - 04:32 WIT

Temui BKN RI, Bupati Fifian Bawa Misi Peningkatan Kualitas Birokrasi, dan Potensi ASN Sula di Masa Mendatang

2 September 2026 - 19:06 WIT

Oknum Wartawan Diduga Beking Tempat Hiburan Malam, PWI Taliabu Ambil Langkah Tegas

2 September 2026 - 15:26 WIT

Trending di Daerah