Menu

Mode Gelap
Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah di Bobong, Bupati Fifian: Persaudaraan Sula-Taliabu Tidak Bisa Dipisahkan FKPPT Bakal Melaporkan 11 Oknum Anggota DPRD Taliabu dan Paripurna Yang Tidak Korum Namun Dipaksakan Tidak Semua Temuan Kerugian Negara Berujung Pidana, SP3 Dana Pengawasan Inspektorat Sula Sudah Tepat Secara Yuridis Terima Kunjungan DWP Sula, Galeri Mini Taliabu Perkenalkan Karya Anyaman Berbahan Lokal Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Pemdes CUP III Desa Bajo Resmi Bergulir, 34 Tim Siap Adu Taktik Rebut Gelar Juara

Headline

Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah di Bobong, Bupati Fifian: Persaudaraan Sula-Taliabu Tidak Bisa Dipisahkan

badge-check


					Foto : Bupati Kepulauan Sula Hj. Fifian Adeningsi Mus, SH,. M.Tr.I.P (doc.istimewa) Perbesar

Foto : Bupati Kepulauan Sula Hj. Fifian Adeningsi Mus, SH,. M.Tr.I.P (doc.istimewa)

Taliabu, Madingkota.com – Bupati Kepulauan Sula, Hj. Fifian Adeningsi Mus dan Suami Kamarudin Mahdi, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah bersama keluarga besar Pulau Taliabu, yang bertempat di desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Jumat 11/9/2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara keluarga besar Kepulauan Sula dengan keluarga besar Pulau Taliabu, sekaligus mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan.

Hadir dalam acara tersebut, para imam desa, tokoh agama, pimpinan OPD Kepulauan Sula, Sekretaris Daerah, pimpinan OPD Pulau Taliabu, anggota DPRD Kepulauan Sula dan DPRD Pulau Taliabu, Majelis ta’lim, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Fifian Adeningsi Mus mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk mensyukuri dan memuliakan kelahiran Rasulullah.

“Momentum Maulid Nabi harus kita muliakan, rayakan dan syukuri. Saya yakin bahwa barang siapa yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW serta bersalawat kepadanya, kita pasti akan diberikan kemudahan oleh sang pencipta,” ujar Fifian.

Selain itu, Fifian mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa mendoakan agar Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu selalu mendapat rahmat, keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.

“Mari sama-sama kita doakan semoga kita yang ada di Sula dan Taliabu selalu diberkahi dan dirahmati. Semoga kita dijauhkan dari segala marabahaya,” katanya.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi juga menjadi ruang penting untuk mempererat silaturahmi antarmasyarakat.

Ia mengajak kepada semua yang hadir untuk terus menjaga kebersamaan dan saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap semua yang ada di pulau taliabu dan sula untuk tetap saling jaga. Ini adalah momentum untuk kita saling bersilaturahmi. Semoga kebersamaan ini tetap terjalin sampai kapan pun, pulau sula dan pulau taliabu punya marwah persaudaraan yang tidak bisa dipisahkan oleh siapa pun,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir memenuhi undangan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Terima kasih untuk semua yang telah memenuhi undangan kami. Kebaikan dari bapak dan ibu sekalian mungkin tidak bisa kami balas, dan semoga Allah SWT yang akan membalasnya,” pungkasnya.

Sementara itu, hikmah Maulid Nabi disampaikan Ustaz Anwar Kuba. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda yang sarat keberkahan dan kemuliaan, terlebih pelaksanaannya bertepatan dengan hari Jumat.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri kesempatan dapat berkumpul dalam keadaan sehat sekaligus mengenang perjalanan kehidupan Rasulullah SAW.

“Kita bersyukur di kesempatan yang berbahagia ini, di hari yang mubarakah, kita dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat walafiat untuk mengenang perjalanan kisah Rasulullah SAW,” ungkapnya.

Menurutnya, Maulid Nabi atau Maulidurrasul tidak seharusnya dimaknai sebatas perayaan tahunan yang diisi lantunan salawat dan kisah perjalanan Rasulullah.

Lebih dari itu, Maulid merupakan momentum refleksi untuk menggali kembali nilai-nilai kehidupan yang diwariskan Rasulullah SAW dan keluarganya.

Nilai-nilai tersebut, kata Anwar, sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan masyarakat, terutama dalam membangun keluarga yang harmonis serta menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern.

“Maulid adalah momentum refleksi, ajang untuk menggali lebih dalam nilai-nilai kehidupan yang diwariskan Rasulullah dan keluarganya. Nilai-nilai itu, jika dihayati, dapat menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan zaman” jelasnya.

Sekedar diketahui, dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Kelugarah Besar Fifian Adeningsi Mus juga turut berbagi rejeki atau memberikan santunan kepada yang membutuhkan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FKPPT Bakal Melaporkan 11 Oknum Anggota DPRD Taliabu dan Paripurna Yang Tidak Korum Namun Dipaksakan

10 September 2026 - 12:39 WIT

Tidak Semua Temuan Kerugian Negara Berujung Pidana, SP3 Dana Pengawasan Inspektorat Sula Sudah Tepat Secara Yuridis

10 September 2026 - 07:57 WIT

Terima Kunjungan DWP Sula, Galeri Mini Taliabu Perkenalkan Karya Anyaman Berbahan Lokal

10 September 2026 - 04:39 WIT

Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

9 September 2026 - 11:10 WIT

Pemdes CUP III Desa Bajo Resmi Bergulir, 34 Tim Siap Adu Taktik Rebut Gelar Juara

4 September 2026 - 09:47 WIT

Trending di Daerah