Madingkota.com – Seorang warga Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Hasim Lumbessy (40), meninggal dunia setelah diterkam seekor ular piton berukuran sekitar tuju meter di kawasan jalan lalnana, perbatasan Desa Waisakai dan Desa Pelita Jaya, Senin (27/7/2026).
Menurut informasih yang di peroleh, Peristiwa naas ini bermula ketika korban terakhir kali terlihat pada pukul 03.00 WIT hendak melakukan perjalanan pulang dari desa pelita jaya menuju ke rumahnya di desa waisakai.

Kemudian sekitar pukul 17.30 WIT, saksi bernama candra bersama tiga rekannya yang dalam perjalan pulang ke desa waisakai menemukan tas ransel, sandal jepit, senter isi ulang, serta bercak darah di tepi jalan lalnana.
Merasa ada yang tidak beres, mereka mencoba menyusuri seputaran lokasi, tak jauh dari titik awal penemuan barang-barang milik korban, mereka melihat seekor ular piton berukuran besar yang di duga telah menelan korban.
Saksi kemudian menghubungi keluarga korban melalui telefon untuk memastikan keberadaannya. Setelah dipastikan ternyata korban belum pulang kerumah, mereka kembali ke desa pelita jaya dan memberitahukan penemuan tersebut kepada warga.
Untuk memastikan dugaan itu, warga desa pelita jaya bersama warga desa waisakai langsung bergegas mendatangi lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, mereka menemukan ular tersebut berada di bawah pohon bambu rimbun, kemudian ditarik ke badan jalan dan dibunuh. Saat perut ular dibelah, korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia.
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian sektor waisakai juga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban.
Selanjutnya warga bersama petugas yang ada di lokasi kejadian langsung mengevakuasi jenazah korban menuju desa waisakai dan tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 WIT.
Kepala Desa Waisakai, Masun Umasugi, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan hutan maupun perkebunan, terutama pada malam hingga dini hari.
Menurutnya, wilayah tersebut masih menjadi habitat satwa liar, sehingga warga diminta menghindari bepergian seorang diri demi mengurangi risiko kejadian serupa terulang kembali.









