Madingkota.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kepulauan Sula, Maluku Utara menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian, kebersamaan, dan persaudaraan.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Fifian Adeningsi Mus, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Aula Istana Daerah Dad Hia Ted Sua, Kamis (27/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Fifian mengajak masyarakat tidak menutup mata terhadap kondisi saudara-saudara di sejumlah daerah di Indonesia yang masih menghadapi berbagai bencana.
Menurutnya, di balik setiap musibah selalu ada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, hingga harus menjalani kehidupan dalam situasi yang penuh keterbatasan.
“Di sinilah, menurut saya, nilai Maulid Nabi menjadi sangat dekat dengan kehidupan kita. Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan saudara kita,” ujar Fifian.
Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya hanya menjadi kegiatan seremonial. Lebih dari itu, Maulid harus menjadi ruang untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Fifian berharap momentum tersebut dapat mengingatkan masyarakat bahwa keimanan tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan sang pencipta, tetapi juga tercermin dari bagaimana seseorang memperlakukan sesama.
“Mari kita saling menguatkan. Kalau ada yang kesulitan, kita bantu. Kalau ada yang lemah, kita kuatkan. Kalau ada perbedaan, kita cari jalan keluarnya dengan persaudaraan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kepulauan Sula untuk menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat tali persaudaraan.
Tak lupa, Fifian mengajak masyarakat mendoakan saudara-saudara di berbagai daerah yang tengah menghadapi musibah agar diberikan kekuatan dan keselamatan.
“Begitu pula mendoakan keselamatan bagi seluruh masyarakat, serta senantiasa menjaga Kabupaten Kepulauan Sula dalam kedamaian, keberkahan, dan persaudaraan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ustadz Anwar Kuba dalam tausiyahnya menekankan bahwa Islam yang dibawa Rasulullah SAW tidak hanya menghadirkan ajaran keagamaan, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan melalui akhlakul karimah.
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun hubungan sosial, menjaga persatuan, serta menciptakan kedamaian di tengah masyarakat.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi merupakan kesempatan untuk kembali memperteguh persatuan dan kesatuan dengan menghidupkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Saya berharap kita semua terus menjaga tali silaturahim sesama. Ini bukan hanya merawat kebersamaan, tetapi juga meneguhkan pesan kemanusiaan,” terang Anwar.






