Taliabu, Madingkota.com– Forum Komunikasi Putra Putri Taliabu (FKKPT) bahas pembangunan Infrastruktur dan ekonomi kreatif di Kabupaten Pulau Taliabu.
Kehadiran Komunitas FKPPT di Taliabu ini untuk menyalurkan aspirasi dalam kebutuhan nyata, mulai dari akar rumput hingga pembuat kebijakan daerah. Kehadiran komunitas ini juga untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan tanpa mengorbankan kemampuan generasi muda, konsep ini hadir untuk menjaga pembangunan infrastruktur, ekonomi kreatif dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
Ketua FKPPT Kabupaten Pulau Taliabu Rusman La Mike mengatakan, komunitas ini dibentuk untuk menggelar diskusi tentang pembangunan Infrastruktur, baik jalan maupun jembatan, termasuk pengembangan ekonomi kreatif.
“Pemerintah di sini harus memiliki peran aktif untuk menanggapi setiap masalah yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat,” sambungnya.
Infrastruktur yang tidak memadai akan berdampak pada sektor ekonomi yang kurang maksimal. Hal ini membutuhkan perhatian serius dari DPRD untuk melakukan penindakan.
“Harapan kita dalam bincang-bincang pembangunan dapat didengar oleh Pemda dan DPRD,” ujarnya.
Selain membahas tentang infrastruktur juga dibahas tentang penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi yang tidak tersalur secara merata.
“Perlu ada kejelasan untuk diselesaikan sama-sama, terutama pemda untuk mengembil andil dan meluruskan masalah di Taliabu,” jelasnya.
Sembari menyebutkan, bahwa Forum ini digagas atas dasar inisiatif dari para tokoh pemuda dan pemudi pulau taliabu.
Sementara salah satu Tokoh Pengagas Rizki Baco memberi apresiasi kepada seluruh tokoh pemuda dan Pemudi Taliabu baik yang berada didalam maupun diluar pulau Taliabu, dimana sudah membentuk komunitas FKPPT untuk berdiskusi tentang sejumlah masalah di Taliabu agen of change Dan solusi kepada eksekutif maupun Legislatif.
“Dengan hadirnya dan terselenggaranya diskusi, forum ini bisa menjadi wadah harmonisasi, aktualisasi, komunikasi, dan semoga diskusi ini menjadi titik awal untuk yang selanjutnya,” pungkasnya. (Alm)






