Menu

Mode Gelap
Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah di Bobong, Bupati Fifian: Persaudaraan Sula-Taliabu Tidak Bisa Dipisahkan FKPPT Bakal Melaporkan 11 Oknum Anggota DPRD Taliabu dan Paripurna Yang Tidak Korum Namun Dipaksakan Tidak Semua Temuan Kerugian Negara Berujung Pidana, SP3 Dana Pengawasan Inspektorat Sula Sudah Tepat Secara Yuridis Terima Kunjungan DWP Sula, Galeri Mini Taliabu Perkenalkan Karya Anyaman Berbahan Lokal Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Pemdes CUP III Desa Bajo Resmi Bergulir, 34 Tim Siap Adu Taktik Rebut Gelar Juara

Headline

Abrasi Merusak Puluhan Lapak di Sula, Emak-Emak Minta Perhatian Pemerintah

badge-check


					Kondisi terkini tempat jualan dan pohon yang tumbang akibat abrasi di pantai Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana. Foto : Madingkota.com Perbesar

Kondisi terkini tempat jualan dan pohon yang tumbang akibat abrasi di pantai Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana. Foto : Madingkota.com

Madingkota.com – Abrasi yang terjadi di sepanjang pantai Desa Wai Ipa, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, merusak puluhan tempat jualan milik wargan setempat.

Pantauan madingkota.com. Jumat, 24/07/2026, terlihat para warga mengangkat barang-barang milik mereka ke temapat yang lebih aman.

Kondisi ini sangat mengancam aktifitas mata pencaharian warga di sepanjang bibir pantai, pasalnya, air laut disertai ombak besar merobohkan sebagian besar tempat jualan milik warga.

Salah seorang pedagang, Nurwati, mengaku abrasi sebenarnya sudah terjadi beberapa  tahun terakhir. Namun, menurutnya, bencana kali ini merupakan yang paling parah hingga menyebabkan kerusakan besar pada tempat jualan warga.

“Ombak seperti ini memang sering terjadi, tapi yang paling parah adalah bulan ini. Air laut masuk, pohon-pohon besar di pinggir pantai tumbang, dan tempat jualan kami juga roboh,” ujarnya.

Nurwati mengatakan, kerusakan tersebut membuat banyak pedagang terancam kehilangan sumber penghasilan. Ia berharap Pemerintah Daerah segera mengambil langkah penanganan sekaligus dapat memberikan bantuan kepada para pedagang yang terdampak.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah. Semoga Pemda bisa membantu kami, karena untuk membangun kembali tempat jualan membutuhkan biaya sekitar Rp6 hingga Rp7 juta,” harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan pedagang lainnya. Mereka mengaku terpaksa menghentikan aktivitas berjualan karena abrasi yang semakin parah dan membahayakan keselamatan.

“Warung saya juga sudah roboh, terpaksa harus tutup dan tidak bisa buka lagi. Ini satu-satunya mata pencaharian saya,” ungkap salah seorang pedagang yang lapaknya juga roboh akibat diterjang abrasi.

Kini para penjual berharap agar Pemerintah dapat segera menangani abrasi yang terjadi di sepanjang Pantai Wai Ipa agar kerusakan tidak semakin meluas dan aktivitas ekonomi masyarakat yang terdampak dapat kembali berjalan normal.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah di Bobong, Bupati Fifian: Persaudaraan Sula-Taliabu Tidak Bisa Dipisahkan

11 September 2026 - 05:35 WIT

FKPPT Bakal Melaporkan 11 Oknum Anggota DPRD Taliabu dan Paripurna Yang Tidak Korum Namun Dipaksakan

10 September 2026 - 12:39 WIT

Tidak Semua Temuan Kerugian Negara Berujung Pidana, SP3 Dana Pengawasan Inspektorat Sula Sudah Tepat Secara Yuridis

10 September 2026 - 07:57 WIT

Terima Kunjungan DWP Sula, Galeri Mini Taliabu Perkenalkan Karya Anyaman Berbahan Lokal

10 September 2026 - 04:39 WIT

Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

9 September 2026 - 11:10 WIT

Trending di Daerah