Menu

Mode Gelap
Harga Barito Mulai Turun, Ini Harga Terbaru di Pasar Tradisional Sanana Sat Polairud Polres Sula Gagalkan Penyelundupan 48 Botol Cap Tikus di KM Permata Obi Waspada Dampak Musim Kemarau, Kapolres Handres Ajak Warga Cegah Kebakaran di Sula Kronologi Penemuan Warga dalam Perut Ular Piton di Kepulauan Sula Abrasi Merusak Puluhan Lapak di Sula, Emak-Emak Minta Perhatian Pemerintah Komitmen Jaga Kamtibmas, Polres Kepulauan Sula Kembali Sita Miras Ilegal di KM Permata Obi

Daerah

Dari Desa Naflo ke Puncak Podium Maluku Utara: Perjalanan Harnudin Silayar, Sang Petarung Kepulauan Sula

badge-check


					Harnudin Silayar bersama Sekretaris Umum KONI Kepulauan Sula saat di jemput oleh masyarakat Desa Naflo Kecamatan Mangoli Timur Perbesar

Harnudin Silayar bersama Sekretaris Umum KONI Kepulauan Sula saat di jemput oleh masyarakat Desa Naflo Kecamatan Mangoli Timur

Madingkota.com – Perjalanan menuju puncak podium tertinggi Provinsi Maluku Utara bukan hal mudah, Itulah yang dialami oleh atlet Wushu Kebanggaan Kepulauan Sula, Harnudin Silayar.

Di balik medali emas yang ia persembahkan untuk negeri tercinta, tersimpan kisah panjang tentang perjuangan, kerja keras, dan tekad yang tak pernah padam.

Harnudin Silayar lahir di Desa Naflo, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, pada 9 September 2008, dari pasangan Ali Silayar dan Maimuna Liamanu. Saat ini ia masi berstatus sebagai pelajar di SMA Negeri 3 Kepulauan Sula.

Bersama lima saudaranya, sang juara dikenal sebagai remaja yang tumbu dari keluarga sederhana dan pekerja keras. Selain mempunyai bakat pada ilmu bela diri wushu, Harnudin juga kerap mengikuti pertandingan sepak bola. Selain itu, remaja 17 tahun itu juga sering memancing ikan untuk kebutuhan makan sehari-hari bersama keluarganya dirumah.

Bakatnya pada dunia bela diri Wushu mulai ia tunjukkan sejak duduk di bangku SMP. Hingga memasuki usia remaja, Ia berlatih dengan peralatan seadanya. Serbuk kayu yang diisi kedalam karung bekas dan di ikat pada pohon kelapa dan tali bekas diikat berbentuk kanfas sederhana ia jadikan sebagai sasanah latihan di lingkungan tempat ia dibesarkan.

Berangkat dari tekad yang kuat, harnudin bahkan nekat latihan memukul samsak (bantal tinju) manualnya menggunakan tangan kosong tanpa pembungkus tangan atau sarung tinju.

Menyadari bahwa untuk menjadi petarung profesional, dirinya harus membiasakan diri menggunakan sarung tinju, ia kemudian memanjat pohon kelapa untuk diambil buahnya dan dijual. Dari hasil jualan buah kelapa, ia kemudian membeli sarung tinju yang digunakan untuk latihan sehari-hari.

Dari tempat sederhana itu, mimpi besar seorang petarung muda mulai dibangun. Hari demi hari, Harnudin mulai berlatih, keringat yang jatuh, kerja keras dan pantang kenal lelah terus ia tunjukkan, untuk satu tujuan, menjadi atlet Wushu terbaik.

Setelah dua tahun berlatih secara autodidak, kesempatan itu akhirnya datang. pada bulan Maret 2026, dibawah asuhan Surdi Jainahu (bang Surdi), Coch Fajrin Sapsuha, dan Abdul Saleh Muin (Ko As). Harnudin di ajarkan teknik-tehknik dalam pertarungan Wushu.

Tiga bulan menekuni tehnik bela diri wushu, harnudin akhirnya masuk dalam skuad kontingen Perwakilan Kepulauan Sula pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara yang berlangsung di Kota Tobelo, Halmahera Utara.

Debut perdananya pada kompetisi resmi di kelas 70 kilogram, Harnudin Silayar langsung menjukkan kualitas bertarungnya. Ia sukses menaklukkan petarung andalan tuan rumah Halmahera Utara dan memastikan tiket ke partai final.

Perjalanan menuju puncak belum berhenti, partai Final menjadi ujian sesungguhnya. Di laga penentuan perebutan medali emas, Harnudin berhadapan dengan petarung kuat asal Kota Ternate. Pertandingan berlangsung sengit dan penuh tensi. Jual beli pukulan di atas arena terjadi sepanjang laga, sementara kedua atlet tampil ngotot demi meraih gelar juara.

Meski mendapat tekanan besar dari lawannya, Harnudin mampu menjaga fokus dan menunjukkan kelasnya. Dengan teknik serta mental bertanding yang matang, ia akhirnya mengalahkan petarung kota Ternate dan keluar sebagai pemenang sekaligus memastikan medali emas untuk Kabupaten Kepulauan Sula.

Medali emas yang diraih Harnudin bukan sekadar kemenangan olahraga. Lebih dari itu, medali emas tersebut menjadi simbol perjuangan seorang atlet yang berlatih keras dan tidak pernah menyerah dengan segala keterbatasan yang ada.

Ratusan Masyarakat Menyambut Kedatangannya

Suasana penuh haru dan rasa bangga mengiringi langkah sang juara ketika kembali pulang ke kampung halamannya di Desa Naflo, Kecamatan Mangoli Timur pada Jumat, 19/06/2026 sore.

Tepuk tangan dan sorak kebahagiaan dari Keluarga, Pemerintah Desa, dan ratusan masyarakat di berikan kepada Harnudin atas prestasinya yang telah mengharumkan nama Daerah dan terkhususnya Desa Naflo di ajang paling bergengsi tingkat provinsi Maluku Utara.

Prestasi gemilang tersebut ia ukir setelah berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga Wushu kelas 70 kilogram dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara, kompetisi olahraga paling bergengsi di tingkat provinsi.

Penyambutan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Bagi masyarakat Naflo, keberhasilan Harnudin bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan kebanggaan untuk mereka semua, ini adalah bukti bahwa kerja keras dan tekad mampu mengantarkan putra daerah meraih prestasi tertinggi.

Apresiasi dan Dukungan untuk Sang Juara 

Keberhasilan Harnudin Silayar mempersembahkan medali emas bagi Kabupaten Kepulauan Sula tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Prestasi gemilang yang ditorehkan harnudin pada ajang Porprov V Maluku Utara menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat pantang menyerah selalu berbuah manis.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Kepulauan Sula, Idzi Asrul Tabona, menilai keberhasilan Harnudin merupakan buah dari kerja keras, disiplin, serta dukungan yang terus mengalir dari keluarga, pelatih, dan masyarakat.

“Prestasi yang diraih Harnudin Silayar merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan dukungan dari berbagai pihak. Medali dari adik Harnudin membuktikan bahwa talenta besar lahir di desa, Naflo kini punya juara. tugas kita adalah memastikan regenerasi terus jalan dan pembinaan semakin kuat”, ujar idzi saat berkunjung ke desa naflo.

Rasa bangga juga disampaikan Penjabat (Pj) Kepala Desa Naflo, Hatim Teapon. Menurutnya, capaian yang diraih Harnudin membuktikan bahwa generasi Desa Naflo memiliki kemampuan untuk bersaing dan meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Harnudin Silayar. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi anak-anak muda di Desa Naflo untuk terus berjuang meraih cita-cita dan prestasi,” ungkap Hatim.

Sementara itu, Ketua Wushu Kabupaten Kepulauan Sula, Surdi Yainahu, mengatakan bahwa harnudin adalah salah satu anak muda berbakat yang dimiliki Kepulauan Sula

Pada bulan Maret waktu itu, kami melakukan seleksi atlet untuk ajang Porprov, Harnudin ini kami kenal melalui unggahan vidio salah satu akun di sosia media, kemi melihat bahwa dia punya bakat dan mental bertanding yang kuat. Dari situ kami menghubunginya dan mengadakan sparing dengan coch wushu, ternyata dia memang benar sudah punya bakat dan teknik bertanding yang bagus”, ujar Surdi.

Lebih lanjut Surdi menegaskan, bahawa medali emas yang diraih Harnudin merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan serta semangat juang tinggi yang ditunjukkan atlet selama kompetisi berlangsung.

“Medali emas ini menjadi bukti bahwa atlet Wushu Kepulauan Sula memiliki kualitas dan potensi yang mampu bersaing dengan daerah lain. Kami akan terus melakukan pembinaan agar prestasi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada ajang-ajang berikutnya,” katanya.

Simbol harapan untuk Generasi Kepulauan Sula

Bersama Wushu Kepulauan Sula, Harnudin Silayar menemukan panggung yang membawanya dikenali banyak orang. Dan di atas panggung itulah, ia menjawab semuanya dengan cara paling elegan, yaitu prestasi.

Perjalanan Harnudin dari seorang remaja yang berlatih dengan fasilitas sederhana di kampung halamannya hingga berdiri di podium tertinggi porprov V Maluku Utara, menjadi motivasi bagi seluruh generasi muda yang mau membangun masa depan lewat olahraga Wushu.

Karena pada akhirnya, seorang juara tidak ditentukan oleh siapa yang lebih dulu diberi kesempatan dan fasilitas mewah, melainkan oleh siapa yang mampu membuktikan diri ketika kesempatan itu datang.

Kini, medali emas yang dibawa pulang Harnudin Silayar menjadi simbol harapan baru bagi lahirnya generasi atlet berprestasi dari Desa Naflo dan Kabupaten Kepulauan Sula di masa mendatang.

Prestasi itu sekaligus menjadi inspirasi bahwa dari pelosok desa pun, mimpi besar dapat diwujudkan hingga mengharumkan nama Kabupaten di tingkat provinsi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Barito Mulai Turun, Ini Harga Terbaru di Pasar Tradisional Sanana

28 Juli 2026 - 04:07 WIT

Sat Polairud Polres Sula Gagalkan Penyelundupan 48 Botol Cap Tikus di KM Permata Obi

28 Juli 2026 - 02:30 WIT

Waspada Dampak Musim Kemarau, Kapolres Handres Ajak Warga Cegah Kebakaran di Sula

27 Juli 2026 - 19:13 WIT

Kronologi Penemuan Warga dalam Perut Ular Piton di Kepulauan Sula

27 Juli 2026 - 17:50 WIT

Abrasi Merusak Puluhan Lapak di Sula, Emak-Emak Minta Perhatian Pemerintah

24 Juli 2026 - 10:16 WIT

Trending di Daerah