Madingkota.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) terus bergerak memperjuangkan bantuan rumah bagi warga terdampak banjir di Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur.
Langkah konkret itu ditunjukkan dengan rencana pengajuan proposal permohonan bantuan perumahan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia.

Kepala Disperkimtan Kepulauan Sula, Maryam Yusuf, mengatakan upaya tersebut dilakukan setelah koordinasi dengan pihak Perkim Provinsi Maluku Utara belum membuahkan hasil maksimal.
“Pasca banjir kemarin, saya sempat diminta mengirim data oleh Perkim Provinsi karena katanya ada arahan dari Ibu Gubernur. Tapi setelah saya konfirmasi kembali, disampaikan bahwa belum ada anggaran, sehingga penanganannya disarankan dilakukan oleh kabupaten,” ujar Maryam saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, kondisi efisiensi anggaran daerah saat ini memang menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, pihaknya tidak ingin tinggal diam melihat kondisi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Maryam mengaku telah berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah dan DPRD Komisi III untuk mempercepat proses administrasi sebelum proposal dibawa langsung ke kementerian terkait.
“Kami sudah koordinasi dengan Pak Sekda dan DPRD Komisi III. InsyaAllah setelah seluruh dokumen rampung, secepatnya kami akan mendatangi Kementerian PKP untuk mengajukan permohonan bantuan rumah bagi masyarakat terdampak,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus memastikan masyarakat bisa kembali menjalani aktivitas secara normal.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami akan berusaha semaksimal mungkin membantu warga Desa Waisakai. Harapan kami, proposal ini dapat diterima sehingga korban banjir bisa mendapatkan hunian yang layak dan aman,” tandasnya.
Diketahui, banjir yang menerjang Desa Waisakai pada Rabu, 11 Maret 2026 lalu, menyebabkan 16 rumah rusak berat dan 10 rumah rusak ringan. Selain itu, sedikitnya 42 rumah lainnya ikut terdampak akibat bencana tersebut.










