Taliabu, Madingkota.com – Galeri Mini atau Rumah Daur Ulang Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara menerima kunjungan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kepulauan Sula, Kamis (10/9/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar menjadi agenda silaturahmi. Para anggota DWP Kepulauan Sula juga berkesempatan melihat langsung kreativitas masyarakat Taliabu dalam mengolah berbagai bahan lokal menjadi produk kerajinan yang unik dan memiliki nilai jual.
Pemilik Galeri Mini, Domini La Jawara, mengatakan dalam kunjungan tersebut pihaknya memperkenalkan beragam hasil anyaman yang dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan Pulau Taliabu. Tidak hanya melihat hasil karya, para anggota DWP juga mendapat kesempatan belajar secara langsung teknik menganyam yang baik dan benar.
Salah satu yang menarik perhatian adalah proses pembuatan topi dari anyaman sederhana. Bahan-bahan yang selama ini dianggap sederhana tersebut ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
“Selain topi, bahan lokal tersebut juga bisa dimanfaatkan menjadi tempat tisu, alas piring, tempat buah, gelas, guci, hingga berbagai hiasan dan produk kerajinan lainnya,” ujar Domini.
Domini menjelaskan, hasil karya yang ada di Galeri Mini menggunakan beragam bahan dasar lokal, lidi kelapa, rotan, daun jagung, daun tikar, tongkat setan dan bambu.
Dari bahan-bahan tersebut, Kata Domini, kemudian di anyam sehingga menghasilkan berbagai produk, mulai dari tas, sarbet, guci, toti, nyiru, kamboko (tempat seserahan), tempat buah, tempat bunga, tempat gelas, tempat tisu, hiasan dinding, hingga berbagai bentuk kerajinan lainnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, selain anyaman yang di produksi sendiri, sebagian produk tersebut merupakan hasil karya masyarakat dari sejumlah desa di Pulau Taliabu, di antaranya desa Nunca, desa Mintun, dan desa Ufung.
“Lebih dari sekadar rumah daur ulang, saya juga berupaya untuk menyediakan wadah menampung sekaligus membantu memasarkan hasil karya mereka untuk mendorong pengembangan UMKM yang ada di Taliabu” katanya.
Ia berharap keberadaan Galeri Mini dapat membuka ruang yang lebih luas bagi para pengrajin untuk mengembangkan sekaligus memasarkan produk mereka. Dengan demikian, hasil kreativitas masyarakat tidak hanya menjadi kerajinan rumah tangga, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi.
“Kami berharap ke depan semakin banyak hasil produksi masyarakat yang bisa ditampung di sini. Minimal orang datang berkunjung dan melihat bahwa di Taliabu ada UMKM yang khusus membuat kerajinan anyaman dari bahan-bahan yang ada di Taliabu sendiri”, pungkasnya.
Kunjungan DWP Kepulauan Sula ini menjadi gambaran bahwa potensi lokal tidak selalu membutuhkan bahan mahal. Dari daun jagung, bambu, rotan hingga lidi, masyarakat Taliabu mampu menghadirkan produk kreatif yang bernilai jual sekaligus menjaga keterampilan dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.






