Madingkota.com – Sistem pelayanan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kompak di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, dikeluhkan sejumlah pengendara dan sopir angkutan umum.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (19/08/2026), terlihat sejumlah jeriken tersusun di area SPBU, bersamaan dengan kendaraan yang sedang mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut dinilai membuat pelayanan kepada pengguna kendaraan menjadi tidak maksimal.
Salah seorang sopir angkutan umum mengaku kecewa dengan pola pelayanan di SPBU tersebut. Ia menilai pengelola lebih mengutamakan pengisian menggunakan jeriken dibandingkan melayani kendaraan yang membutuhkan BBM.
Ia mengatakan, para sopir sebenarnya tidak mempermasalahkan pelayanan cerigen, apalagi bagi masyarakat yang menggunakan BBM untuk kebutuhan nelayan, karena mereka juga sangat membutuhkan. Namun, menurutnya, pengguna kendaraan juga harus mendapatkan pelayanan yang adil.
“Pertama mereka janji jam 14.00 WIT baru buka pelayanan, jadi kita pulang. Saat kita kembali sekitar jam 14.19, mereka bilang minyak sudah habis,” ungkap sopir tersebut dengan nada kecewa.
Tak hanya persoalan antrean, ia juga mempertanyakan jam operasional SPBU yang dinilai tidak menentu. Menurutnya, terkadang SPBU baru membuka pelayanan pada pagi hari hingga sekitar pukul 09.00, namun pada kesempatan lain pelayanan sudah dihentikan sebelum siang.
“Kadang pagi sampai jam 09.00 WIT baru SPBU buka. Kadang dibuka, tapi baru jam 11.00 sudah ditutup lagi. Sebenarnya ini ada apa?” ujarnya.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat para sopir angkutan umum harus menunggu dalam ketidakpastian. Mereka berharap pengelola SPBU dapat memberikan pelayanan yang lebih transparan, tertib, dan tidak membeda-bedakan pengguna.
Mereka pun berharap SPBU dapat kembali menjalankan pelayanan secara tertib, transparan, dan mengutamakan kebutuhan masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.






