Menu ✖

Mode Gelap
KONI Sula Gelar Jalan Sehat dan Cek Kesehatan Gratis di Falabisahaya Disnakertrans Pulau Taliabu Genjot Manfaat BPJS Jamsostek untuk Pekerja Rentan Tim Paduan Suara Mars PKK Taliabu Tampil Maksimal di HKG ke-54 Malut Bantuan Logistik Karhutla dan Personel Tambahan Dikerahkan di Desa Salati, Nggele dan Lede Bantuan Logistik Karhutla dan Personel Tambahan Dikerahkan di Desa Salati, Nggele dan Lede

Headline

Delapan Warisan Budaya Sula Diajukan ke Kemenbud RI, Lapis Sanana dan Lom Poa Do Hoi Masuk Meja Persidangan

badge-check


					Foto : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sula Ismail Soamole. (doc.istimewa) Perbesar

Foto : Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sula Ismail Soamole. (doc.istimewa)

Madingkota.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terus mendorong pelestarian budaya daerah agar mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Tahun ini, sebanyak delapan Warisan Budaya Tak benda (WBTb) Kepulauan Sula telah diusulkan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk mendapatkan penilaian dan penetapan sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sula, Ismail Soamole, mengatakan dari delapan usulan tersebut, baru dua warisan budaya yang telah masuk dalam tahap penilaian atau persidangan oleh Kementerian Kebudayaan, yakni Lapis Sanana dan Lom Poa Do Hoi.

“Sekarang yang disidangkan baru dua, yakni warisan Lapis Sanana dan Lom Poa Do Hoi”, ujar Ismail, Rabu (2/9/2026).

Ia berharap, warisan budaya lainnya yang telah diusulkan dapat masuk dalam tahap persidangan pada tahun 2027. Ia optimistis seluruh usulan tersebut dapat memperoleh pengakuan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

“Semoga pada tahun 2027 nantinya seluruh usulan dapat diterima oleh Kementerian Kebudayaan dan ditetapkan sebagai WBTb. Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” harapnya.

Lebih lanjut, Ismail bilang, dari delapan WBTb yang diusulkan tahun ini belum menggambarkan seluruh kekayaan budaya yang dimiliki Kepulauan Sula.

Menurutnya, masih terdapat berbagai tradisi, kesenian, adat istiadat, kuliner, serta warisan budaya lainnya yang hidup dan terus dipelihara masyarakat di sejumlah desa, namun belum diusulkan ke tingkat nasional.

Karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Sula berkomitmen melanjutkan proses penelusuran dan pendataan terhadap warisan budaya yang masih dijaga oleh masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai kekayaan budaya lokal tidak hanya tetap hidup di tengah masyarakat, tetapi juga memiliki dokumentasi dan peluang untuk mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.

“Kami akan kembali meninjau sejumlah desa yang sampai saat ini masih menjaga dan merawat warisan budaya dengan baik”, pungkasnya.

Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemda Kepulauan Sula untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sula kepada masyarakat yang lebih luas.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KONI Sula Gelar Jalan Sehat dan Cek Kesehatan Gratis di Falabisahaya

25 Oktober 2026 - 04:19 WIT

Disnakertrans Pulau Taliabu Genjot Manfaat BPJS Jamsostek untuk Pekerja Rentan

23 Oktober 2026 - 17:52 WIT

Tim Paduan Suara Mars PKK Taliabu Tampil Maksimal di HKG ke-54 Malut

23 Oktober 2026 - 07:35 WIT

Belum Serahkan Bantuan Alat Tangkap Nelayan, Warga Pancoran Meradang

21 Oktober 2026 - 19:57 WIT

Kepsek Bungkam, Proyek Rehabilitasi SMK Negeri 1 Kepulauan Sula Disorot!

21 Oktober 2026 - 13:41 WIT

Trending di Daerah