Madingkota.com – Tarian Laka Baka menjadi salah satu tarian budaya dalam Festival Legu Tara No Ate Kesultanan Ternate, yang berlangsung di Ternate, Provinsi Maluku Utara, Sabtu 17/10/2026.
Festival ini bukan sekadar perayaan adat, melainkan bagian dari upaya merawat warisan leluhur, mempererat persaudaraan, serta membangkitkan semangat gotong royong di tengah kehidupan masyarakat.
Tarian Laka Baka sendiri berasal dari Desa Malbufa, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, dan biasa di dilakukan pada saat penjemputan tamu kehormatan dari luar daerah maupun dalam daerah.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Sula, Ismail Soamole, saat di konfirmasi awak media membernarkan hal tersebut.
Menurutnya, kehadiran tarian laka baka pada festival tahun ini atas permintaan langsung dari sultan Hidayat Mudaffar Sjah.
“Iya benar, tarian laka baka dari Sula juga tampil pada acara Legu Tara No Ate. Itu permintaan langsung dari ou sultan saat menghubungi ibu bupati, jadi ibu bupati percayakan saya untuk mendampingi mereka ke Ternate”, ujar Ismail.
Ia menjelaskan, bahwa Festival ini sebelumnya dikenal dengan nama Legu Gam, sekarang sudah menjadi Legu Tara No Ate. Kemudian jumlah peserta yang menjadi bagian dari tarian laka baka sebanyak 14 orang, terdiri dari 8 orang penari dan 6 orang penabu.
Lebih lanjut, Ismail menambahkan, bahwa tarian Laka Baka merupakan salah satu tarian adat Kepulauan Sula yang tidak bisa disamakan dengan tarian kreasi lainnya.
Untuk itu, ia berharap tarian ini harus terus dikembangkan termasuk tarian adat lainnya yang ada di Kepulauan Sula.
”Tarian laka baka ini adalah tarian adat Sula, tidak bisa kita samakan dengan tarian kreasi lainnya, saya berharap tarian ini bisa dikembangkan terus di Sula, bukan hanya Laka baka saja, tapi tarian lain yang bernuansa adat Sula tetap di kembangkan”, pungkasnya. (Red.alm)






