Taliabu, Madingkota.com – Maraknya penyebaran informasi melalui akun palsu di media sosial, salah satunya Facebook, menjadi perhatian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.
Fenomena tersebut dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat apabila informasi yang disebarkan tidak memiliki sumber yang jelas, tidak dapat diverifikasi, serta tidak memenuhi kaidah jurnalistik.
Ketua PWI Kabupaten Pulau Taliabu, Hasman Sangadji, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar melalui akun anonim.
“Masyarakat harus mencari tahu isi berita tersebut, apakah memiliki sumber atau narasumber yang kredibel, jelas identitasnya, dan dapat diverifikasi. Kalau tidak memenuhi kriteria itu, berarti hoaks,” tegas Hasman.
Menurutnya, sejumlah akun yang diduga palsu di Pulau Taliabu kerap menyebarkan informasi yang menyerang instansi pemerintahan, termasuk lembaga vertikal.
Padahal, Kata Hasman, dalam praktik jurnalistik profesional, setiap informasi harus melalui proses verifikasi dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
“Perlu dicatat, informasi dari akun anonim tidak melalui proses konfirmasi dan uji informasi sesuai standar jurnalistik,” cetusnya.
Ia juga menghimbau masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi di media sosial. Ia meminta warga mengutamakan informasi yang bersumber dari media resmi, terverifikasi, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Senada, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Taliabu, Fardanan Fahri, menyebut penyebaran informasi manipulatif melalui akun palsu, termasuk yang menyerang institusi kepolisian, sebagai bentuk “polusi informasi” yang dapat mengganggu ruang publik.
“Saya ingatkan, jurnalisme profesional mendukung tindakan hukum yang tegas oleh kepolisian untuk membongkar aktor di balik akun-akun tersebut, selama penegakan hukum dilakukan secara transparan, berbasis data siber yang akurat, dan tidak memberangus kebebasan berpendapat yang sah bagi warga negara atau jurnalis resmi di lapangan,” pungkasnya. (Red)






