Madingkota.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula bergerak cepat meninjau kerusakan talud penahan banjir di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur, yang jebol akibat derasnya aliran sungai, Rabu 8 April 2026.
Peninjauan langsung dilakukan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kepulauan Sula, Ade Yudhistira. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa talud mengalami kerusakan cukup signifikan akibat tingginya debit air.

Ade menjelaskan, derasnya arus sungai menyebabkan talud retak hingga akhirnya jebol sepanjang kurang lebih 5 meter.
“Kami sudah cek langsung kondisi tanggul. Kerusakan ini disebabkan debit air yang tinggi, sehingga talud retak dan jebol sepanjang 5 meter,” ungkapnya.
Meski kerusakan yang terjadi belum tergolong parah, BPBD menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Penanganan cepat dinilai penting guna mencegah kerusakan yang lebih besar serta potensi banjir yang bisa mengancam warga sekitar.
Lebih lanjut, Ade mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan rekanan atau kontraktor pelaksana proyek talud tersebut. Hasilnya, kontraktor menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan perbaikan.
Hal ini dikarenakan proyek talud masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan, terhitung sejak Januari hingga Juni 2026, sehingga tanggung jawab perbaikan masih berada di pihak kontraktor.
“Kami sudah berkomunikasi dengan kontraktor, dan mereka siap memperbaiki. Karena masih dalam masa pemeliharaan, maka itu menjadi tanggung jawab mereka,” pungkas Ade.
Dengan langkah cepat ini, diharapkan perbaikan talud dapat segera dilakukan agar risiko banjir di Desa Baleha dapat dimini malisir.









