Menu

Mode Gelap
Harga Barito Mulai Turun, Ini Harga Terbaru di Pasar Tradisional Sanana Sat Polairud Polres Sula Gagalkan Penyelundupan 48 Botol Cap Tikus di KM Permata Obi Waspada Dampak Musim Kemarau, Kapolres Handres Ajak Warga Cegah Kebakaran di Sula Kronologi Penemuan Warga dalam Perut Ular Piton di Kepulauan Sula Abrasi Merusak Puluhan Lapak di Sula, Emak-Emak Minta Perhatian Pemerintah Komitmen Jaga Kamtibmas, Polres Kepulauan Sula Kembali Sita Miras Ilegal di KM Permata Obi

Headline

Talud Jebol Dihantam Arus Deras, BPBD Sula Gerak Cepat Turun Tangan

badge-check


					Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kepulauan Sula, Ade Yudhistira meninjau langsung kondisi talud di desa Baleha. ist Perbesar

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kepulauan Sula, Ade Yudhistira meninjau langsung kondisi talud di desa Baleha. ist

Madingkota.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sula bergerak cepat meninjau kerusakan talud penahan banjir di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur, yang jebol akibat derasnya aliran sungai, Rabu 8 April 2026.

Peninjauan langsung dilakukan oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kepulauan Sula, Ade Yudhistira. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa talud mengalami kerusakan cukup signifikan akibat tingginya debit air.

Ade menjelaskan, derasnya arus sungai menyebabkan talud retak hingga akhirnya jebol sepanjang kurang lebih 5 meter.

“Kami sudah cek langsung kondisi tanggul. Kerusakan ini disebabkan debit air yang tinggi, sehingga talud retak dan jebol sepanjang 5 meter,” ungkapnya.

Meski kerusakan yang terjadi belum tergolong parah, BPBD menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Penanganan cepat dinilai penting guna mencegah kerusakan yang lebih besar serta potensi banjir yang bisa mengancam warga sekitar.

Lebih lanjut, Ade mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan rekanan atau kontraktor pelaksana proyek talud tersebut. Hasilnya, kontraktor menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan perbaikan.

Hal ini dikarenakan proyek talud masih berada dalam masa pemeliharaan selama enam bulan, terhitung sejak Januari hingga Juni 2026, sehingga tanggung jawab perbaikan masih berada di pihak kontraktor.

“Kami sudah berkomunikasi dengan kontraktor, dan mereka siap memperbaiki. Karena masih dalam masa pemeliharaan, maka itu menjadi tanggung jawab mereka,” pungkas Ade.

Dengan langkah cepat ini, diharapkan perbaikan talud dapat segera dilakukan agar risiko banjir di Desa Baleha dapat dimini malisir.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Barito Mulai Turun, Ini Harga Terbaru di Pasar Tradisional Sanana

28 Juli 2026 - 04:07 WIT

Sat Polairud Polres Sula Gagalkan Penyelundupan 48 Botol Cap Tikus di KM Permata Obi

28 Juli 2026 - 02:30 WIT

Waspada Dampak Musim Kemarau, Kapolres Handres Ajak Warga Cegah Kebakaran di Sula

27 Juli 2026 - 19:13 WIT

Kronologi Penemuan Warga dalam Perut Ular Piton di Kepulauan Sula

27 Juli 2026 - 17:50 WIT

Abrasi Merusak Puluhan Lapak di Sula, Emak-Emak Minta Perhatian Pemerintah

24 Juli 2026 - 10:16 WIT

Trending di Daerah