Menu

Mode Gelap
Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah di Bobong, Bupati Fifian: Persaudaraan Sula-Taliabu Tidak Bisa Dipisahkan FKPPT Bakal Melaporkan 11 Oknum Anggota DPRD Taliabu dan Paripurna Yang Tidak Korum Namun Dipaksakan Tidak Semua Temuan Kerugian Negara Berujung Pidana, SP3 Dana Pengawasan Inspektorat Sula Sudah Tepat Secara Yuridis Terima Kunjungan DWP Sula, Galeri Mini Taliabu Perkenalkan Karya Anyaman Berbahan Lokal Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia Pemdes CUP III Desa Bajo Resmi Bergulir, 34 Tim Siap Adu Taktik Rebut Gelar Juara

Ekonomi

Retribusi Pasar Jalan, Fasilitas Minim: Kinerja Diskoperindag Sula Disoal

badge-check


					Aktivitas pedagang di Pasar Bambu desa Mangon, Sula. Foto/madingkota.com Perbesar

Aktivitas pedagang di Pasar Bambu desa Mangon, Sula. Foto/madingkota.com

Madingkota.com – Potret memprihatinkan terlihat di Pasar Bambu, Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula. Di balik kewajiban membayar retribusi harian, para pedagang justru harus bertahan tanpa fasilitas yang memadai.

Hasil pantauan madingkota.com, Senin (4/5/2026), bangunan pasar yang diresmikan pada 2021 itu tampak minim sarana penunjang. Sejumlah pedagang terpaksa berjualan di emperan dengan meja dan tenda seadanya, bahkan sebagian harus membuat lapak sendiri demi tetap bertahan.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menilai, kewajiban membayar retribusi sebesar Rp2.000 per hari tidak sebanding dengan fasilitas yang diberikan.

“Kami sangat kecewa. Kami diwajibkan bayar retribusi, sementara tempat jualan dan fasilitas penunjang tidak ada,” ujarnya.

Kekecewaan itu semakin memuncak setelah para pedagang mempertanyakan penggunaan retribusi. Namun, menurut pengakuan mereka, respons yang diterima justru kurang bersahabat.

“Kami pernah tanya kenapa tetap ditagih saat hari libur. Jawabannya untuk kas kantor, bahkan kami dibilang kalau tidak mau bayar, jangan berjualan di sini,” katanya.

Para pedagang mengaku selama ini tetap memenuhi kewajiban, meski harus merogoh kocek pribadi untuk kebutuhan dasar seperti meja jualan.

“Kami selalu bayar retribusi, tapi meja kami buat sendiri. Kalau rusak, kami beli papan lagi pakai uang pribadi,” tambahnya.

Di tengah keterbatasan itu, para pedagang tetap bertahan demi menyambung hidup. Kondisi pasar yang becek saat hujan dan panas terik saat siang hari menjadi tantangan sehari-hari yang harus mereka hadapi.

“Kalau hujan becek, kalau panas kami kepanasan. Tapi kami tetap bertahan untuk cari rezeki,” ungkapnya.

Para pedagang berharap Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kepulauan Sula, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas pasar.

“Kami tetap bayar retribusi, tapi kami minta fasilitas yang layak. Jangan hanya janji,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kepulauan Sula, Jena Tidore, saat dikonfirmasi membenarkan adanya penarikan retribusi sebesar Rp2.000 per hari di Pasar Bambu.

“Iya, retribusi memang ditagih setiap hari,” singkatnya.

Terkait fasilitas penunjang, Jena menyebut pihaknya akan melakukan pendataan ulang jumlah pedagang sebagai langkah awal.

“Untuk bantuan meja dan tenda akan diupayakan. Kami akan data kembali pedagang, terutama pedagang ikan yang saat ini memilih berjualan di luar,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa dalam rencana kerja tahun ini belum terdapat anggaran khusus untuk pengadaan fasilitas seperti meja dan tenda.

“Belum ada. Kami maksimalkan dulu penggunaan gedung. Jika daya tampung melebihi, baru disesuaikan dengan anggaran,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah di Bobong, Bupati Fifian: Persaudaraan Sula-Taliabu Tidak Bisa Dipisahkan

11 September 2026 - 05:35 WIT

Lom Poa Do Hoi dan Lapis Sanana Resmi Ditetapkan Kemenbud RI Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

9 September 2026 - 11:10 WIT

Penetapan Tersangka Dugaan Korupsi Masjid Annur Pohea Menunggu Hasil Resmi Perhitungan Kerugian Keuangan Negara

4 September 2026 - 04:32 WIT

Temui BKN RI, Bupati Fifian Bawa Misi Peningkatan Kualitas Birokrasi, dan Potensi ASN Sula di Masa Mendatang

2 September 2026 - 19:06 WIT

Oknum Wartawan Diduga Beking Tempat Hiburan Malam, PWI Taliabu Ambil Langkah Tegas

2 September 2026 - 15:26 WIT

Trending di Daerah