Madingkota.com – Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Kepulauan Sula periode 2026–2031 resmi dilantik di Istana Daerah, Dad Hia Ted Sua, Desa Fagudu, Kecamatan Sanana, Jumat (9/10/2026).
Ketua KORMI Provinsi Maluku Utara, Ir. Syaifuddin Djuba, dalam sambutannya menegaskan bahwa jabatan yang diemban pengurus baru merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan kerja keras, komitmen, dan kebersamaan.
Menurutnya, terdapat tiga agenda utama yang perlu menjadi perhatian KORMI Kepulauan Sula, yakni mengaktifkan kembali induk organisasi olahraga, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga hingga tingkat desa, serta menyelenggarakan berbagai kegiatan olahraga prestasi, tradisional, dan rekreasi.
Ia berharap pengurus KORMI dapat membangun sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), dan seluruh elemen masyarakat untuk memajukan olahraga sekaligus mewujudkan masyarakat yang sehat dan bahagia.
“Kami berharap seluruh pengurus, pemerintah daerah, OPD, dan masyarakat bisa bersinergi dalam memajukan olahraga serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan bahagia,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua KORMI Kepulauan Sula, Muhlis Soamole, menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memajukan olahraga masyarakat selama lima tahun ke depan.
Ia menjelaskan, KORMI memiliki fokus yang berbeda dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Jika KONI berorientasi pada pembinaan olahraga prestasi, KORMI lebih menitikberatkan pada budaya hidup aktif melalui olahraga rekreasi, permainan tradisional, dan aktivitas olahraga yang berakar pada budaya lokal.
Lebih lanjut, Muhlis bilang, dengan visi Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat, KORMI Kepulauan Sula akan menjalankan tiga pilar utama sebagai landasan program organisasi selama masa kepengurusannya.
“Pertama, Mengaktifkan kembali Induk Organisasi Olahraga atau Inorga-Inorga yang ada di Sanana dan Kepulauan Sula pada umumnya. Dari Senam Tera atau Terapi, Astaka, Sepeda, hingga olahraga tradisional seperti, Bambu Gila, Sem, Salenga, Gasing dan lainnya”, pungkanya.
“Kemudian, Merangkul semua kalangan. Olahraga masyarakat harus hadir di Desa-Desa, Sekolah, Perkantoran, serta hadir di komunitas masyarakat. Tidak hanya untuk yang kaum muda, tapi juga untuk lansia dan penyandang disabilitas”
“Selanjutnya, menggelorakan event. Kita akan buat Kalender Event Rakyat, dari Festival Olahraga Tradisional Sanana, Jalan Sehat Bahagia, hingga partisipasi aktif menuju FORNAS dan FORDA”, sambungnya.
Mengakhiri penyampaiannya, Muhlis menegaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pengurus, anggota, dan masyarakat, bukan hanya bergantung pada ketua organisasi.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan komunitas olahraga rekreasi, olahraga tradisional, serta olahraga rekreasi berbasis budaya untuk berpartisipasi aktif dalam memajukan KORMI di Kepulauan Sula.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. KORMI bukan milik saya sendiri sebagai ketua, tetapi milik kita bersama, milik seluruh pengurus dan anggota yang mengemban amanah organisasi, serta milik Masyarakat Sula melalui partisipasi aktif dari seluruh stac holder Cabang Olahraga rekreasi, olahraga tradisional, dan olahraga rekreasi budaya”, pungkasnya.
Senada, Wakil Bupati Kepulauan Sula, H. Saleh Marasabessy, menegaskan bahwa KORMI dan KONI merupakan dua organisasi yang memiliki peran strategis dalam pembangunan olahraga di daerah.
Menurut Wabup Saleh, kedua organisasi tersebut memiliki fokus yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam mendorong masyarakat agar semakin aktif berolahraga.
KONI berfokus pada pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, sedangkan KORMI berperan memperluas budaya olahraga masyarakat melalui aktivitas rekreasi, permainan tradisional, dan kegiatan yang dapat dinikmati berbagai kelompok usia.
“Tujuan utamanya adalah membudayakan olahraga agar masyarakat menjadi bugar dan gembira. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula untuk menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkarakter,” ujar Wabup Saleh.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus mencakup pembangunan manusia secara menyeluruh, baik dari sisi kesehatan jasmani maupun rohani.
Menurutnya, olahraga masyarakat dan permainan tradisional merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Ini bukan hanya soal keringat, tetapi juga tentang melestarikan budaya, mempererat silaturahmi, dan mencegah masyarakat dari kegiatan-kegiatan negatif,” katanya.
Karena itu, Wabup Saleh berpesan kepada pengurus KORMI yang baru dilantik agar segera menyusun program kerja yang inovatif, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga kelompok lanjut usia, baik di desa maupun perkotaan.
Diakhir sambutannya, Wabub Saleh menegaskan, bahwa Pemda Sula berkomitmen mendukung keberadaan KORMI sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kebugaran dan kebahagiaan masyarakat. (Red.alm)






