Madingkota.com – Kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan Kapolres Kepulauan Sula, AKBP Kodrat Muh Hartanto.
Berawal dari kunjungannya ke lokasi pengolahan sagu di Desa Fogi pada tahun 2025, Kapolres mendengar langsung keluhan warga terkait minimnya alat produksi sagu yang selama ini menjadi kendala utama para petani.

Saat berdialog dengan masyarakat, para petani mengaku masih menggunakan peralatan sederhana dan manual dalam proses pengolahan sagu. Bahkan, untuk menebang pohon sagu, mereka masih harus menyewa mesin potong.
Mendengar kondisi tersebut, AKBP Kodrat langsung mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Desa Fogi agar kebutuhan alat produksi sagu untuk masyarakat bisa segera dibantu.
Hasil koordinasi itu membuahkan hasil. Pemerintah Desa Fogi kemudian mengalokasikan anggaran tahun 2025 untuk pengadaan alat produksi sagu guna membantu meningkatkan produktivitas warga.
Salah satu alat yang dibeli adalah mesin parut sagu senilai Rp15 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Kepulauan Sula kepada Irwan Buamona, warga Desa Fogi yang aktif mempromosikan olahan sagu lokal.
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menjadi penggerak sektor pangan lokal di wilayah tersebut.
Dalam arahannya, AKBP Kodrat menjelaskan bahwa bantuan alat produksi itu merupakan tindak lanjut dari kunjungannya bersama rombongan ke lokasi pengolahan sagu di Desa Fogi beberapa waktu lalu.
“Waktu lalu saya bersama rombongan berkunjung ke lokasi pembuatan sagu. Dalam kesempatan itu kami berdiskusi langsung dengan para petani, dan mereka menyampaikan masih kekurangan alat produksi, termasuk mesin parut dan mesin potong sagu,” ujarnya.
Menurut Kapolres, potensi sagu di Desa Fogi sangat besar dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, keterbatasan peralatan produksi menjadi hambatan utama yang dihadapi masyarakat dalam meningkatkan hasil produksi.
“Alhamdulillah, hari ini bantuan tersebut bisa direalisasikan. Pohon sagu merupakan warisan pangan lokal yang harus dijaga dan dikembangkan bersama. Kehadiran bantuan alat ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas petani sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Desa Fogi,” jelasnya.
Sementara itu, Pejabat Kepala Desa Fogi, Rusman Yoisangadji, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat desa.
Ia menuturkan, Desa Fogi memiliki potensi sagu yang melimpah, namun selama ini proses pengolahan masih dilakukan secara manual sehingga kapasitas produksi masyarakat belum maksimal.
“Semoga ini menjadi hal terbaik bagi para petani sagu. Selama ini mereka berjuang sendiri dengan peralatan manual. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap para petani sagu di Desa Fogi,” tutupnya.









